Pelabuhan, Seharusnya Mamakai Metal Detector

Pelabuhan Harusnya Dilengkapi Metal Detector

 

 

 

 

     TEMPO Interaktif, Bandar Lampung Untuk pengamanan arus mudik lebaran, Penyeberangan (ASDP) cabang pelabuhan Bakauheni bandar lampung menggunakan

metal detector (pendeteksi logam) bagi penumpang dari dan menuju Pulau Jawa atau kalimantan. Setiap musim mudik yang datang akan dideteksi oleh petugas pelabuhan antara lain di pintu

gerbang pelabuhan, ruang tunggu tempat penjualan loket, gang way, dan di depan pintu masuk kapal. Menurut pendapat Kepala (ASDP) Lampung, M. Hasan Aldin, penggunakan detektor logam itu untuk meningkatkan pengamanan di kawasan pelabuhan.

Dan tentunya kita ketahui banyaknya barang illegal bahkan narkotica banyak para mafia bermain mengunakan jasa kapal maka dari itu

"Kita harus waspada, terhadap semua tindak kriminal maupun masuknya para teroris ke Lampung," katanya, Kamis (20/11). Hasan menjelaskan, sebagai pintu gerbang pulau

Sumatera menuju pulau Jawa dan sebaliknya, pengamanan di pelabuhan Bakauheni memang sangat wajib diutamakan securitasnya. Apalagi sebelumnya para pelaku bom sempat menetap di

lampung. Membuat rakyat resah Sementara itu, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kawasan pelabuhan seluas sembilan hektare itu dibagi menjadi tiga zona, agar lebih tertib :

Zona Adalah daerah umum terbuka, yang merupakan areal gerbang masuk pelabuah penyeberangan.
Zona ini terdiri dari gerbang penumpang, loket penumpang, jembatan timbang, dan loket kendaraan.
Zona B, adalah daerah umum terbatas, yang merupakan areal tunggu bagi penumpamng atau kendaraan yang akan naik ke kapal.

Maka dari itu pentingnya keamanan Di area pelabuhan sebagai standart belayar agar terjaga keselamatan kita. Pihak pelabuhan yang belum mengunakan metal detector seharusnya

memakainya agar mengurangi angka kejahatan dan kriminalitas.