18kg Disita Polda Kalsel Berkat Mesin Xray Cargo Inspection

Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan mencetak rekor tangkapan terbesar barang haram narkotika jenis sabu-sabu dnegan jumlah barang bukti yang berjumlah 18kg.

"Alhamdulillah berkah dibulan suci ramadhan ini, kerja keras yang dijalani anggota Dit Resnarkoba membuahkan hasil luar biasa. Patut diapresiasi," ujar Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana di Kota Banjarmasin, senin.

Dia mengatakan, temuan barang bukti kali ini memang terbilang fantastis dan rekor terbanyak dalam sejarah pengungkapan tindak pidana narkotika di Provinsi Kalimantan Selatan.

Ditresnarkoba Polda Kalsel memang terus melakukan upaya pemberantasan peredaran narkotika yang begitu masif di daerah ini.

Setelah sebelumnya berhasil mencatat rekor tangkapan terbesar narkotika jenis pil ekstasi sebanyak 11.784 butir asal Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau pada 23 Januari 2018 lalu, kali ini tim gabungan Subdit II, Subdit III dan Timsus Rajawali Hitam yang dipimpin Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Muhammad Firman kembali mengendus rencana penyelundupan narkotika sabu-sabu dalam jumlah besar.

Kapolda menjelaskan, berawal dari hasil pengembangan jaringan Lapas Narkotika Karang Intan Martapura, Yakni tersangka yang berinisial AY ditangkap pada 21 maret lalu dengan barang bukti berjumlah 755,9 gram narkotika jenis sabu-sabu, anak buahnya mendapatkan informasi jika jaringan pengedar Narkotika Internasional kembali akan bergerak dan akan memasok narkotika jenis sabu-sabu ke Kalsel.

"Tersangka pembawa narkotika jenis sabu-sabu bernama Syamsir Rahmad (28) dan rekannya bernama Rahmadi (23) yang ditangkap telah dilakukan pemantauan hingga anggota berangkat ke kota Padang, Sumatera Barat," ujar Rachmat.

Setelah terus dipantau, kedua pelaku ternyata berasal dari Padang menuju Jakarta melalui jalur darat dan kemudian akan terbang melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta tujuan Bandar Udara Syamsudin Noor pada hari minggu (20/5/2018) siang hingga dilakukan penangkapan sesaat setelah keluar dari area bandara di jalan Angkasa RT 15, kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

"Tersangka pada awalnya mencoba mengecoh anggota kami dengan bolak-balik dari Padang ke Jakarta hingga mereka memutuskan melalui jalur darat ke Jakarta," ujar jenderal bintang satu ini.

adapun barang bukti 18kg narkotika jenis sabu-sabu yang terdiri dari 37 paket serta 3 paket yang berisi serbuk putih narkotika dengan rincian satu kardus berisi 23 paket seberat 11,2 kg dan satu kardus berisi 17 paket seberat 6,8kg.

Untuk mengelabui pemeriksaan petugas bandar udara menggunakan mesin xray security scanner (cargo inspection), narkotika jenis sabu-sabu dikemas dalam kemasan makanan "Abon Lele Lampung" dan "Abon Ikan Tuna Balado Padang" dengan kardus besar kemasan produk "Kripik Balado Christine Hakim".

Karena tersangka mencoba melarikan diri saat penyergapan, maka tersangka yang asal Kelurahan Sungai Danau, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, ditindak tegas dan ditembak dibagian kakinya.

"Saya sudah perintahkan tembak saja setiap pengedar narkotika jika mereka mencoba melawan saat penangkapan,"
seru Kapolda.

Sedangkan keberhasilan penggagalan beredarnya narkotika yang ditaksir senilai Rp20 miliar itu, Polda Kalsel telah menyelamatkan sebanyak 118.000 jiwa penduduk indonesia dari barang haram yang siap edar tersebut.

Sementara Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Muhammad Firman mengakui, sudah meminta agar provider telekomunikasi bisa meninjau ulang keberadaan sinyal Base Transceiver Station (BTS) di sekitar Lapas.

Hal ini diharapkan agar para napi banda narkoba tidak bisa lagi berkomunikasi ke luar mengendalikan jaringannya.

"Sekarang kita masih mencari alat bukti yang kuat untuk mengaitkan peran napi di Lapas dalam jaringan ini. Barang sebanyak ini diketahui masuk dari negara Malaysia yang terkait juga jaringan di Thailand, dimana Kota Padang disinyalir sebagai gundang penyimpanan narkotika jenis sabu-sabu yang akan dikirim oleh kurir ke tujuan pemasaran, salah satunya Kalsel," ujar Firman.




Produk Terkait dengan artikel 18kg Disita Polda Kalsel Berkat Mesin Xray Cargo Inspection

EI-10080 Multi-Energy X-ray Security Inspection System
EI-10080 Multi-Energy X-ray Security Inspection System
EI-10080G Peralatan Deteksi Deteksi Deteksi X-ray Multi Energy High Throughput
EI-10080G Peralatan Deteksi Deteksi Deteksi X-ray Multi Energy High Throughput
EI-10080DV Dual View Multi-energi X-ray Luggage Scanner
EI-10080DV Dual View Multi-energi X-ray Luggage Scanner
EI-100100 Multi-energi X-ray Security Inspection Equipment
EI-100100 Multi-energi X-ray Security Inspection Equipment